Saturday, 14 December 2013

sahaja untuk imn, lagi

Aku tak mengingati Kappus
seperti Rilke mengingatinya
di helai-helai kertas kajang
yang bercerita tentang debar sajaknya.

aku malah takkan mengenalinya
kecuali lewat cerita-ceritamu
walau tak kuketahui seperti apa raut wajahmu
ada degup teruja kubaca di antara huruf-huruf
yang kau satukan membentuk sebuah cerita.

dan aku pula tak mengingatimu seperti Rilke, teman
melainkan sebagai tembok yang lumutnya licin untuk kaki bolongku
injak dan panjat hingga ke puncak
dan menduga-duga
apakah engkau menungguku dengan kopi dan biskut
atau meninggalkan surat mengajakku memanjat tembokmu pula.

No comments: