kepala pusing, terlalu banyak runsing
yang berpesta di fikir, semuanya mogok
dari bertolak ansur, setiap-satunya sudah
berdeklarasi untuk menang
dan aku satu-satunya pecundang.
kepala pusing, skrin laptop terlalu
benderang, sedang matahari sedang tenggelam
dan bulan hilang ditabir jendela
bintang merajuk tak pulang-pulang
untuk jadi kelip-kelip langit malam
hingga awan jadi bosan
dan hanya bertarung sesama
dalam diam
(hiburan malam setelah digaring di siang hari - hilang)
maka titis air jatuh
perlahan lalu
laju
sedikit lalu
tak terkira
dan aku tertawa
dengan kepala pusing aku bersatu
bersama resah
dan di antara alam
aku muncul jadi satu-satunya pemenang.
sendirian.
No comments:
Post a Comment